Pemetaan Kawasan Rawan Banjir Sebagai Upaya Penanggulangan Resiko Banjir di Pulau Bawean Kecamatan Sangkapura dan Kecamatan Tambak dengan Sistem Informasi Grafis (SIG)

Authors

  • Rohmatun Nisa mahasiswa
  • Hendrata Wibisana Universitas Pembangunan Nasional

Keywords:

banjir, sistem informasi geografis, peta kerawanan

Abstract

Banjir adalah bencana alam yang sering terjadi pada beberapa negara termasuk Indonesia. Banjir memiliki banyak penyebab diantaanya yaitu curah hujan yang tinngi, kemiringan lereng suatu daerah, tersumbatnya aliran air, penyerapan air kedalam tanah yang kurang. Parameter dalam memetakan daerah rawan banjir dalam penelitian ini antara lain curah hujan, penggunaan lahan, dan ketinggian (elevasi). Setelah itu, peta kerawanan banjir akan dibagi menjadi tiga kelas kerawanan yakni kelas kerawanan tidak rawan, rawan, dan sangat rawan. Metode yang dipakai dalam metode ini berbasis Sistem Informasi Grafis. Hasil yang diperoleh adalah peta kerawanan banjir untuk  daerah yang tidak rawan hampir memenuhi area setengah dari daerah penelitian, sedangkan  daerah rawan dan daerah sangat rawan ditemukan paling banyak berada di Kecamatan Sangkapura. Dari hasil perhitungan daerah tidak rawan sebesar 18775,5 Ha, kemudian untuk daerah rawan sebesar 792,8 Ha dan daerah sangat rawan sebesar 65,9 Ha.

References

Aziza, S. N., Somantri, L., & Setiawan, I. (2021). Analisis pemetaan tingkat rawan banjir di Kecamatan Bontang Barat Kota Bontang berbasis sistem informasi geografis. Jurnal Pendidikan Geografis Undiksha, 9(2), 109–120.

Dedi Hermon, Mitigasi Bencana Hidrometeorologi: Banjir, Longsor, Ekologi, Degradasi lahan, Puting Beliung, Kekeringan, (Padang: Universitas Negeri Padang Press, 2018)

Juliansyah Noor, Metode Penelitian (Skripsi, tesis, desertasi, dan karya ilmiah),(Jakarta : Kencana, 2012)

Luthfi, 2007. Metode Inventaris Sumber Daya Lahan, Andi OffSet. Yogyakarta.

Nuryanti, N., Tanesib, J. L., & Warsito, A. (2018). Pemetaan Daerah Rawan Banjir Dengan Penginderaan Jauh Dan Sistem Informasi Geografis Di Kecamatan Kupang Timur Kabupaten Kupang Provinsi Nusa Tenggara Timur. Jurnal Fisika?: Fisika Sains Dan Aplikasinya, 3(1), 73–79. https://doi.org/10.35508/fisa.v3i1.604.

Purnomo, S., Mulki, G. Z., Firdaus, H., Jurusan, D., Wilayah, P., Teknik, F., & Tanjungpura, U. (2000). Pemetaan Rawan Banjir Di Kecamatan Pontianak Barat Dan Pontianak Kota Berbasis Sistem Informasi Geografis.

Rauf, Ichsan. "Analisis Spasial Tingkat Bahaya Banjir Desa Amasing Kali Dengan Hec-RAS 2D." Jurnal Teknik 19.2 (2021): 107-119.

Sebastian, Ligal. "Pendekatan pencegahan dan penanggulangan banjir." (2008).

Sugiyono.2017. Metode Penelitian kuantitatif dan kualitatif dan R&D.(Alfabeta:Bandung).

Wibisana, H., & Zainab, S. (2008). Analisa Kepadatan Ruas Jalan di Kecamatan Rungkut dengan Pemetaan Sistem Informasi Geografis. Jurnal Sains dan Teknologi EMAS, 18(3).

Downloads

Published

2023-05-23

How to Cite

Nisa, R., & Wibisana, H. (2023). Pemetaan Kawasan Rawan Banjir Sebagai Upaya Penanggulangan Resiko Banjir di Pulau Bawean Kecamatan Sangkapura dan Kecamatan Tambak dengan Sistem Informasi Grafis (SIG). Indonesian Journal of Applied Science and Technology, 4(1), 108–114. Retrieved from http://journal.publication-center.com/index.php/ijast/article/view/1524